Bismillahirahmanirahim
Segala puji bagi tuhan sekelian alam , yang menjadikan kita berupaya merubah hidup sengsara kepada senang ,mewah dan sebagainya . Allah .........Ya Rabb ...............Ya Allah Ya Rabb .........aku merintih pada mu kerana ku tiada kekuatan , ku tiada daya , kerana kau selalu mencuba hambamu ini dengan berbagai kesakitan , yang kadang diriku tidak mampu untuk melawan dugaanmu . Hampir-hampirku kandas dan tewas dengan dugaan mu yang besar bertambah lagi dalam bulan Ramadhan . sakit yang kau berikan padaku ,aku terima dan aku redha . Ya....Allah .............bagaimana sakit ini tidak bisa ku cerita pada orang
Selasa, 9 September 2008
Ayahku Pencetus Kerjayaku
Wahai ayahku ! semoga Allah mencucuri rahmat keatas rohmu dan diletakkan dikalangan roh orang -orang yang beriman dan para syuhada' .
Engkaulah pencetus semangat buat diriku untuk menghafaz Al-Quran 30 juzuk , engkaulah pencetus semangat untukku terus belajar mencari ilmu .... terima kasih wahai ayahku ... terima kasih tidak terhingga .....
Ku kan terus berdoa untuk ayah dan bonda agar kamu terus berada dalam perlindungan Allah ...Amin Ya Rabbal alamin ......
Isnin, 8 September 2008
Perbualan Nabi dengan Iblis
DIALOG IBLIS VS RASULULLAH Hikayat Iblis : Dialog Iblis vs Rasulullah SAW (bagian 1 & 2)Fiqih Quran & Hadist Oleh : Redaksi 12 Apr, 05 8:30 am Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras." Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat), "Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baikbaik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?" Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya." Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu." Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Pertanyaan Nabi (1): "Hai Iblis! Siapakah sebesarbesar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?" Jawab Iblis: "Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini." Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lainlain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. 1 Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku." Pertanyaan Nabi (2): "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?" Jawab Iblis: "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesarbesar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat." Pertanyaan Nabi (3): "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?" Jawab Iblis: "Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesarbesarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beriburibu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tibatiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih2 tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carutmarut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut." Pertanyaan Nabi (4): "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?" Jawab Iblis: "Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lamakelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku" Pertanyaan Nabi (5): "Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?" Jawab Iblis: "Sebesarbesarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluhpuluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengahsetengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, waswas, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyibunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlamalama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberatberat hukuman." Pertanyaan Nabi (6): "Jika umatku membaca AlQuran karena Allah, bagaimana perasaanmu?" Jawab Iblis: "Jika mereka membaca AlQuran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putusputus segala uratku lalu aku lari daripadanya." Pertanyaan Nabi (7): "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?" Jawab Iblis: "Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya." 3 Pertanyaan Nabi (8): "Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?" Jawab Iblis: "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikanikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluasluasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa." Pertanyaan Nabi (9): "Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?" Jawab Iblis: "Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar alSiddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Haditshaditsmu. Saidina Umar AlKhattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'AlFaruq'. Saidina Usman AlAffan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca AlQuran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertaskertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid." Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."4 Pertanyaan Nabi (10): "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?" Jawab Iblis: "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur." Pertanyaan Nabi (11): "Siapa yang serupa dengan engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam." Pertanyaan Nabi (12): "Siapa yang mencahayakan muka engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji." Pertanyaan Nabi (13): "Apakah rahasia engkau kepada umatku?" Jawab Iblis: "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosokgosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari." Pertanyaan Nabi (14): "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis: "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang." 5 Pertanyaan Nabi (15): "Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?" Jawab Iblis: "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu', maka padamlah marahnya." Pertanyaan Nabi (16): "Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?" Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ariari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu." Pertanyaan Nabi (17): "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat." Pertanyaan Nabi (18): "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus AlQuran dan sholat tengah malam." Pertanyaan Nabi (19): "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya" Pertanyaan Nabi (20): "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'" == Selesai == 6
Lagi Tentang Ramadhan
Dalil Ayat Mengenai Puasa
Firman Allah Taala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa".
Firman-Nya lagi:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ..
"(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur`an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu .. ".
Berpuasa pada bulan Ramadhan - sebagaimana yang sedia maklum - ialah "rukun Islam yang keempat". Dalilnya dari al-Qur'an ialah ayat-ayat suci yang diterangkan di atas dan dari hadith pula seperti berikut:
1- عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ. (رواه مسلم)
1- Dari Ibn Umar, r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Islam itu dibina dan ditegakkan di atas lima dasar (lima rukun), iaitu mengucap dua kalimah syahadat (dengan meyakini serta menerangkan kebenaran) bahawa sesungguhnya tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Nabi Muhammad ialah pesuruh Allah, mendirikan sembahyang, memberi zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah".(1)
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Menurut sejarahnya puasa bulan Ramadhan telah difardhukan atas umat Islam dalam bulan Sya'aban, tahun yang kedua Hijriyah.
Ta'rif Puasa dan Kelebihannya
Puasa ertinya menahan diri, dan pada syarak maksudnya menahan diri daripada segala yang membatalkan puasa, mulai dari masa terbit fajar hingga tenggelam matahari disertakan dengan niat.
Membendung Kemahuan Hawa Nafsu
Menurut huraian ulama' rahimahumullah: "Sebahagian besar dari kejadian kacau bilau yang berlaku dalam sebuah masyarakat adalah akibat dari runtunan hawa nafsu yang buas liar dan melampaui batas sehingga ada yang melupai kehormatan diri dan rumah tangga, mencuaikan tugas dan kewajipan, mengkhianati amanah dan berbagai perkara jenayah lagi.
"Oleh itu, kewajipan menyekat hawa nafsu dan menentang runtunan liarnya, serta melatih diri mengingati pengawasan Allah Taala akan segala yang zahir dan yang batin sebagaimana yang terdapat dalam amalan puasa adalah menjadi satu cara hidup yang aman sentosa.
"Dengan yang demikian, nyatalah hikmatnya ibadat puasa itu menjadi salah satu dari asas atau rukun Islam."(1)
Kelebihan Puasa Secara Umum
Kelebihan atau fadhilat puasa secara umum - sama ada yang wajib atau yang sunat - diterangkan dalam hadith yang berikut:
2- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. (رواه مسلم)
2- Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Aku ada mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman maksudnya: "Segala amal bakti anak Adam adalah untuknya, kecuali amalan puasa, (maka) ia adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya (dengan balasan yang sebaik-baiknya) .."(1)
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Oleh kerana amalan puasa (yang wajib dan yang sunat) itu dikerjakan secara tertutup antara seseorang dengan Tuhannya berdasarkan ikhlas semata-mata - berbanding dengan amal-amal bakti yang lain yang dikerjakan secara terbuka, maka amalan puasa yang demikian amatlah besar pahalanya dan hanya Allah jua yang dapat menilai dan memberi balasan yang sepadan dengannya.
_______________________________
Diterangkan lagi dalam hadith yang berikut:
3- عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ. (رواه الترمذي)
3- Dari Mu'az bin Jabal r.a., bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepadanya: "Mahukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebajikan?" "Mahu, ya Rasulullah", jawabku. Baginda pun menerangkan, sabdanya: "Puasa itu perisai (dari kejahatan) dan sedekah pula menghapuskan dosa sebagaimana air memadami api ... (1)
(Hadith Sahih - Riwayat Tirmizi)
Diterangkan lagi dalam hadith yang berikut:
4- عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه الإمام أحمد وغيره)
4- Dari Abdullah bin Umar r.a., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Puasa dan Al-Qur'an memohon syafa'at kepada Allah pada hari kiamat - bagi orang-orang yang berbakti (yang selalu berpuasa dan banyak pula membaca Al-Qur'an) .. (1).
(Hadith Hasan - Riwayat Imam Ahmad dan lain-lainnya)
Selain daripada menjadi sebab yang membawa rahmat di akhirat kelak, puasa juga menjadi sebab yang membawa kebaikan yang berkesan di dunia ini.
Ini diterangkan dalam hadith yang berikut:
5- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا تَصِحُّوا وَسَافِرُوا تَسْتَغْنُوا. (رواه الطبراني)
5- Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: " .. berpuasalah nescaya kamu menjadi sihat dan mengembaralah nescaya kamu menjadi kaya .. (1)
(Hadith Riwayat Tabrani)
Kelebihan Puasa Ramadhan Secara Khusus
Mengenai puasa Ramadhan secara khusus, diterangkan dalam hadith yang berikut:
6- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه البخاري ومسلم)
6- Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w. sabdanya: "Sesiapa yang mengerjakan puasa bulan Ramadhan dengan keadaan beriman dan mengharapkan rahmat Allah Taala, nescaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu". (1)
(Hadith Sahih - Riwayat Bukhari dan Muslim)
Menurut huraian Imam Nawawi rahimahullah Amal-amal kebajikan yang menjadi sebab untuk menghapuskan dosa-dosa yang tersebut, maksudnya dosa-dosa kecil Kalau tiada dosa kecil, ia dapat meringankan dosa-dosa besar Kalau tiada dosa-dosa besar, ia dapat meninggikan darjat orang-orang itu di dalam syurga
Firman Allah Taala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa".
Firman-Nya lagi:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ..
"(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur`an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu .. ".
Berpuasa pada bulan Ramadhan - sebagaimana yang sedia maklum - ialah "rukun Islam yang keempat". Dalilnya dari al-Qur'an ialah ayat-ayat suci yang diterangkan di atas dan dari hadith pula seperti berikut:
1- عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ. (رواه مسلم)
1- Dari Ibn Umar, r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Islam itu dibina dan ditegakkan di atas lima dasar (lima rukun), iaitu mengucap dua kalimah syahadat (dengan meyakini serta menerangkan kebenaran) bahawa sesungguhnya tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Nabi Muhammad ialah pesuruh Allah, mendirikan sembahyang, memberi zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah".(1)
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Menurut sejarahnya puasa bulan Ramadhan telah difardhukan atas umat Islam dalam bulan Sya'aban, tahun yang kedua Hijriyah.
Ta'rif Puasa dan Kelebihannya
Puasa ertinya menahan diri, dan pada syarak maksudnya menahan diri daripada segala yang membatalkan puasa, mulai dari masa terbit fajar hingga tenggelam matahari disertakan dengan niat.
Membendung Kemahuan Hawa Nafsu
Menurut huraian ulama' rahimahumullah: "Sebahagian besar dari kejadian kacau bilau yang berlaku dalam sebuah masyarakat adalah akibat dari runtunan hawa nafsu yang buas liar dan melampaui batas sehingga ada yang melupai kehormatan diri dan rumah tangga, mencuaikan tugas dan kewajipan, mengkhianati amanah dan berbagai perkara jenayah lagi.
"Oleh itu, kewajipan menyekat hawa nafsu dan menentang runtunan liarnya, serta melatih diri mengingati pengawasan Allah Taala akan segala yang zahir dan yang batin sebagaimana yang terdapat dalam amalan puasa adalah menjadi satu cara hidup yang aman sentosa.
"Dengan yang demikian, nyatalah hikmatnya ibadat puasa itu menjadi salah satu dari asas atau rukun Islam."(1)
Kelebihan Puasa Secara Umum
Kelebihan atau fadhilat puasa secara umum - sama ada yang wajib atau yang sunat - diterangkan dalam hadith yang berikut:
2- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. (رواه مسلم)
2- Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Aku ada mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman maksudnya: "Segala amal bakti anak Adam adalah untuknya, kecuali amalan puasa, (maka) ia adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya (dengan balasan yang sebaik-baiknya) .."(1)
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Oleh kerana amalan puasa (yang wajib dan yang sunat) itu dikerjakan secara tertutup antara seseorang dengan Tuhannya berdasarkan ikhlas semata-mata - berbanding dengan amal-amal bakti yang lain yang dikerjakan secara terbuka, maka amalan puasa yang demikian amatlah besar pahalanya dan hanya Allah jua yang dapat menilai dan memberi balasan yang sepadan dengannya.
_______________________________
Diterangkan lagi dalam hadith yang berikut:
3- عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ. (رواه الترمذي)
3- Dari Mu'az bin Jabal r.a., bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepadanya: "Mahukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebajikan?" "Mahu, ya Rasulullah", jawabku. Baginda pun menerangkan, sabdanya: "Puasa itu perisai (dari kejahatan) dan sedekah pula menghapuskan dosa sebagaimana air memadami api ... (1)
(Hadith Sahih - Riwayat Tirmizi)
Diterangkan lagi dalam hadith yang berikut:
4- عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه الإمام أحمد وغيره)
4- Dari Abdullah bin Umar r.a., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Puasa dan Al-Qur'an memohon syafa'at kepada Allah pada hari kiamat - bagi orang-orang yang berbakti (yang selalu berpuasa dan banyak pula membaca Al-Qur'an) .. (1).
(Hadith Hasan - Riwayat Imam Ahmad dan lain-lainnya)
Selain daripada menjadi sebab yang membawa rahmat di akhirat kelak, puasa juga menjadi sebab yang membawa kebaikan yang berkesan di dunia ini.
Ini diterangkan dalam hadith yang berikut:
5- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا تَصِحُّوا وَسَافِرُوا تَسْتَغْنُوا. (رواه الطبراني)
5- Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: " .. berpuasalah nescaya kamu menjadi sihat dan mengembaralah nescaya kamu menjadi kaya .. (1)
(Hadith Riwayat Tabrani)
Kelebihan Puasa Ramadhan Secara Khusus
Mengenai puasa Ramadhan secara khusus, diterangkan dalam hadith yang berikut:
6- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه البخاري ومسلم)
6- Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w. sabdanya: "Sesiapa yang mengerjakan puasa bulan Ramadhan dengan keadaan beriman dan mengharapkan rahmat Allah Taala, nescaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu". (1)
(Hadith Sahih - Riwayat Bukhari dan Muslim)
Menurut huraian Imam Nawawi rahimahullah Amal-amal kebajikan yang menjadi sebab untuk menghapuskan dosa-dosa yang tersebut, maksudnya dosa-dosa kecil Kalau tiada dosa kecil, ia dapat meringankan dosa-dosa besar Kalau tiada dosa-dosa besar, ia dapat meninggikan darjat orang-orang itu di dalam syurga
Sambut Ramadhan Dengan Rasa Syukur
SAMBUT RAMADAN DENGAN RASA SYUKUR
RASULULLAH SAW telah menegaskan dalam satu hadisnya yang bermaksud: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkatan. Di mana Allah mewajibkan kepada kamu berpuasa, kerana pada bulan Ramadan dibukakan semua pintu syurga, dikuncikan pintu-pintu neraka dan di belenggukan syaitan, dan juga terdapat suatu malam yang terlebih baik daripada seribu bulan, barang siapa terlepas daripada mendapat kebajikan pada malam ini, bererti tertegahlah kepada segala bentuk kebaikan.”
Yang menghairankan bagaimana kejadian buruk masih lagi berlaku, sedangkan di bulan Ramadan segala syaitan dan kuncu-kuncunya telah dirantai dan dibelenggu, umpat mengumpat misalnya menjadi bualan mulut, kata-kata dan kata-kata kesat masih meniti di bibir-bibir mulut, malah yang mengaibkan lagi ada juga sebahagiannya yang sanggup melakukan perkara-perkara yang mencemarkan imej Islam.
Matlamat Keadaan ini terjadi kerana matlamat puasa kita itu belum lagi mencapai tahap yang dikehendaki iaitu tahap sebagai benteng pertahanan jiwa. Seandainya jiwa belum lagi terbentuk sebagai benteng yang kukuh senanglah nafsu syahwat yang sedia ada dalam jiwa mengajak ke arah keburukan. Ramadan ialah perkataan Arab dari kata dasar “Ramada” yang membawa dua pengertian: Pertama: Memberi makna sangat panas atau membakar kerana pada masa dahulu apabila tiba bulan yang ke sembilan takwim Qamariah atau Hijriah kebanyakan Jazirah ke Arab atau kumpulan Arab berada dalam keadaan yang begitu panas dan bahang.
Kedua: Ada yang mentafsirkan Ramadan itu merupakan bulan ganjaran pahala orang yang berpuasa Ramadan dapat menghapus dan meleburkan dosa-dosanya yang telah lalu berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud: “Barang siapa yang ingin menghayati kelebihan beribadat di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan kerana Allah sahaja akan mengampunkan segala dosa-dosanya yang telah lalu.” Riwayat Bukhari dan Muslim. Difahamkan dengan sangat panas itu kemungkinan kekurangan bahan air di dalam tubuh badan lantaran berpuasa di samping hari panas menyebabkan badan kita terasa panas, begitu juga cuaca di kebanyakan negara Islam pada umumnya panas ketika bulan Ramadan. Namun begitu maksud yang tersirat hanya Allah SWT sahaja yang mengetahui. Kita harapkan kepanasan maknawi itu akan membakar dan meleburkan dosa-dosa dan kesalahan harian di samping penghidupan kita.
Ibadat puasa mempunyai hikmah dan rahsia-rahsia sama ada dari segi rohaniah, jasmaniah dan kemasyarakatan. Dari segi kerohanian ia boleh menundukkan nafsu jahat yakni naluri atau perasaan yang mendorongkan kepada kejahatan. Ibadat ini bukan sahaja terdapat di dalam syariat Islamiah, malahan di dalam syariat-syariat lain juga ada memfardukan ibadat puasa miskipun keyakinan jiwanya berlainan.
Hikmah puasa dari sudut rohani juga boleh menguatkan keperibadian, meluhurkan kesusilaan dan membersihkan jiwa insan. Puasa juga sebagai latihan rohaniah yang mana setiap yang berpuasa wajib menahan diri daripada nafsu makan minum, nafsu kejantinaan dan mengawal moral yang rendah dan menyakitkan orang lain seperti mencela, caci maki, mengumpat, bercakap kotor dan mengikut keinginan nafsu. Untuk membentuk keperibadian yang mulia seorang pengarang Jerman, James Brooke menulis sebuah buku yang mana di dalam tulisannya beliau memuji hikmah berpuasa, katanya, “Untuk menguatkan perasaan dan jiwa hendaklah jadikan puasa ini sebagai pokok atau dasar hidup, kerana ia paling berkesan untuk mengawal pengaruh rohaniah keinginan jasmaniah. Jesteru itu manusia boleh menguasai dirinya sendiri agar tidak menjadi hamba kepada naluri kebendaan.” Puasa dari sudut kesihatan dan rawatan penyakit. Ibadat puasa merupakan sebahagian daripada cara-cara yang paling berkesan menjaga kesihatan bertepatan dengan kata-kata seorang ilmuan yang bermaksud: “Maidah” atau perut besar merupakan sarang penyakit dan berpantang itu pokok kepada segala ubat.
Imam al-Ghazali juga memberi penjelasan iaitu: “Perut besar seseorang yang kenyang, maka tidur nyenyaklah akal fikiran dan kaku bekulah kecerdasan dan kebijaksanaan. Akhirnya malas dan lesu seluruh anggota badan daripada menunaikan ibadat. Penjelasan dari Imam al-Ghazali itu dapat kita fahami bahawa kekosongan perut orang yang berpuasa bukanlah merupakan satu azab atau penderitaan kepada mereka sebaliknya ia merupakan satu langkah untuk memperolehi kecergasan rohani dan kesegaran jasmani kerana akal fikiran ketika berpuasa sedang membangun.
Ada orang beranggapan puasa boleh menjejaskan kesihatan. Dalam konteks ini memang kumpulan kecil yang perlu dikenal pasti supaya dapat nasihat daripada doktor berhubung dengan berpuasa. Ada penyakit seandainya seseorang itu berpuasa boleh menjanjikan kesihatan dan Allah SWT telah memberi rukhsah atau kelonggaran kepada mereka yang uzur supaya tidak berpuasa. Kalau dilihat Allah SWT pencipta manusia dan alam lebih mengetahui akan perkara yang paling baik untuk kejadiannya dan sudah termaktub di dalam Al-Quran akan kelonggaran tersebut.
Kumpulan yang anda catatkan adalah kumpulan Usenet. Mesej yang dicatat ke kumpulan ini akan membuatkan e-mel anda dapat dilihat oleh sesiapa sahaja di Internet.
Mesej balasan anda tidak dihantar.
Catatan anda berjaya
.*$)/g, ""))
});
G2_cardManager._setDoneUrl("/group/malaydaily/topics");
_MR_Message._COMPOSING_TITLE_COLOR = "#c3d9ff";
var MSG_USENET_POSTING_WARNING = document.getElementById("upw").innerHTML;
var MSG_ACTIVE_REPLY_WARNING = document.getElementById("arw").innerHTML;
var MSG_POST_SUCCESSFUL = document.getElementById("psw").innerHTML;
window.onbeforeunload = G2_cardManager._anyCardsComposing.bind(G2_cardManager);
}
//-->
">
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala dengan penuh keyakinan dan keikhlasan dengan melakukan segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mudah-mudahan kita menjadi insan yang bertakwa dan beriman serta selamat di dunia dan di akhirat.Tidak lama lagi kita akan menyambut kedatangan bulan Ramadan yang mulia. Sebagai umat Islam, kita wajib bersyukur kepada Allah Subhanahu Wataala kerana masih memberi kita peluang untuk menemui bulan yang mubarak yang penuh keberkatan ini untuk melakukan ibadat puasa dan seterusnya melakukan ibadat-ibadat lain yang ganjaran pahalanya berlipat ganda di sisi Allah Subhanahu Wataala.Sesungguhnya Ramadan itu adalah bulan yang tinggi darjatnya dan besar martabatnya di sisi Allah Subhanahu Wataala, dan ia juga merupakan penghulu segala bulan. Allah Subhanahu Wataala telah memuliakan bulan Ramadan di mana pada bulan tersebut Allah Subhanahu Wataala telah menurunkan Kitab Suci Al-Quran pada malam 17 Ramadan dan mengurniakan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan iaitu malam Lailatulqadar. Terdapat banyak hadis yang menceritakan tentang kelebihan bulan Ramadan, antaranya sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Dari Abi Hurairah Radiallahuanhu ia berkata: Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: Apabila masuk bulan Ramadan, akan dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu Neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan." (Riwayat Al-Imam Al-Bukhari).Sesungguhnya dalam mengerjakan ibadat puasa itu, terdapat tatatertib yang sepatutnya kita jaga, agar puasa yang dilakukan akan menjadi lebih sempurna dan mendapat berkat serta mencapai maksud puasa yang sebenar.Di antara tatatertib itu ialah memelihara lidah daripada bercakap perkara yang sia-sia, tidak berdusta, tidak mencaci orang, tidak mengadu domba, tidak memfitnah dan sebagainya, begitu juga kita hendaklah menjaga mata dan telinga daripada melihat atau mendengar sesuatu yang boleh mendatangkan dosa. Sebaliknya anggota dan pancaindera itu digunakan untuk perkara-perkara yang berfaedah dengan melakukan amal ibadat bagi meninggikan lagi ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala lebih-lebih lagi ketika berada dalam bulan Ramadan seperti membaca Al-Quran, membanyakkan zikir dan doa, membaca kitab-kitab agama, mendengar ceramah dan sebagainya.Setiap orang yang berpuasa itu hendaklah memelihara diri dari berbuat dosa dan maksiat serta menjauhkan segala urusan yang sia-sia dan tidak berfaedah jika mahu puasanya sempurna dan tidak sia-sia, kerana betapa banyak orang yang berpuasa, berpenat lelah disebabkan lapar dan dahaga, dalam masa yang sama membiarkan anggotanya melakukan perbuatan dosa dan maksiat, semuanya ini boleh menyebabkan puasa seseorang itu menjadi rosak. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Betapa ramai orang yang berpuasa, tiada mendapat dari puasanya selain berlapar sahaja." (Riwayat Al-Imam Ahmad).Dalam ibadat puasa, kita juga hendaklah menjaga perut dari memakan benda-benda yang haram dan syubhah seperti memakan makanan yang diperolehi dari sumber pendapatan yang haram, kerana sesungguhnya ibadat puasa yang kita lakukan itu adalah semata-mata kerana Allah Subhanahu Wataala dan untuk mendapat taufik dan hidayah-Nya, maka adalah tidak wajar kita mencemarinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang berdosa.Manakala dalam penyediaan makanannya pula, kita digalakkan untuk bersikap sederhana, tidak membazir sehingga tidak habis dimakan ataupun makan terlalu banyak sehingga terlalu kenyang.Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Dari Meqdam bin Ma'dikarib berkata: Aku mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Tiada seorang anak Adam yang memenuhi sesuatu bekas yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam itu makan beberapa suap makanan untuk menguatkan tubuhnya. Kalau mesti juga tidak dapat dielakkan, maka isilah perut sekadar satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman dan satu pertiga untuk bernafas."Sesungguhnya sikap sederhana itulah sebaik-baik cara bagi kita dapat merasakan kesan dan rahsia serta tujuan mengerjakan ibadat puasa itu iaitu untuk mendidik jiwa dan mengurangkan nafsu dan syahwat. Ini kerana berlapar dan mengosongkan perut itu dapat meninggalkan kesan yang baik untuk menerangi hati rohani serta menimbulkan semangat pada anggota badan untuk beribadat. Manakala kekenyangan itu berpunca segala kekerasan dan kelalaian hati dan boleh menimbulkan perasaan malas untuk beribadat.Dengan kedatangan bulan Ramadan ini, kita rebutlah peluang yangada dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, kita hendaklah menumpukan dan mempertingkatkan diri untuk beribadat kepada Allah Subhanahu Wataala sebanyak-banyaknya dengan berzikir, membaca Al-Quran, mengerjakan sembahyang-sembahyang sunat dan sebagainya, terutamanya Sembahyang Sunat Tarawih dan Sunat Witir yang amat dituntut dan afdal dilakukan secara berjemaah. Dalam mengerjakannya secaraberjemaah, para imam hendaklah mengerjakannya secara sederhana iaitu tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat, yang penting sembahyang itu dikerjakan dengan sempurna mengikut rukun-rukun dan sunat-sunatnya dan sah mengikut hukum syarak. Untuk pengetahuan kita bersama bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, apabila berada di bulan Ramadan, Baginda memperbanyakkan sedekah, menyediakan makanan bagi saudara mara, jiran tetangga dan sahabat handai untuk berbuka puasa, contoh itulah yang patut diikuti dan diamalkan. Mudah-mudahan latihan-latihan dan amalan-amalan yang kita lakukan di bulan Ramadan itu akan diteruskan juga di bulan-bulan lain.Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang tafsirnya:"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, moga-moga kamu bertakwa."
RASULULLAH SAW telah menegaskan dalam satu hadisnya yang bermaksud: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkatan. Di mana Allah mewajibkan kepada kamu berpuasa, kerana pada bulan Ramadan dibukakan semua pintu syurga, dikuncikan pintu-pintu neraka dan di belenggukan syaitan, dan juga terdapat suatu malam yang terlebih baik daripada seribu bulan, barang siapa terlepas daripada mendapat kebajikan pada malam ini, bererti tertegahlah kepada segala bentuk kebaikan.”
Yang menghairankan bagaimana kejadian buruk masih lagi berlaku, sedangkan di bulan Ramadan segala syaitan dan kuncu-kuncunya telah dirantai dan dibelenggu, umpat mengumpat misalnya menjadi bualan mulut, kata-kata dan kata-kata kesat masih meniti di bibir-bibir mulut, malah yang mengaibkan lagi ada juga sebahagiannya yang sanggup melakukan perkara-perkara yang mencemarkan imej Islam.
Matlamat Keadaan ini terjadi kerana matlamat puasa kita itu belum lagi mencapai tahap yang dikehendaki iaitu tahap sebagai benteng pertahanan jiwa. Seandainya jiwa belum lagi terbentuk sebagai benteng yang kukuh senanglah nafsu syahwat yang sedia ada dalam jiwa mengajak ke arah keburukan. Ramadan ialah perkataan Arab dari kata dasar “Ramada” yang membawa dua pengertian: Pertama: Memberi makna sangat panas atau membakar kerana pada masa dahulu apabila tiba bulan yang ke sembilan takwim Qamariah atau Hijriah kebanyakan Jazirah ke Arab atau kumpulan Arab berada dalam keadaan yang begitu panas dan bahang.
Kedua: Ada yang mentafsirkan Ramadan itu merupakan bulan ganjaran pahala orang yang berpuasa Ramadan dapat menghapus dan meleburkan dosa-dosanya yang telah lalu berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud: “Barang siapa yang ingin menghayati kelebihan beribadat di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan kerana Allah sahaja akan mengampunkan segala dosa-dosanya yang telah lalu.” Riwayat Bukhari dan Muslim. Difahamkan dengan sangat panas itu kemungkinan kekurangan bahan air di dalam tubuh badan lantaran berpuasa di samping hari panas menyebabkan badan kita terasa panas, begitu juga cuaca di kebanyakan negara Islam pada umumnya panas ketika bulan Ramadan. Namun begitu maksud yang tersirat hanya Allah SWT sahaja yang mengetahui. Kita harapkan kepanasan maknawi itu akan membakar dan meleburkan dosa-dosa dan kesalahan harian di samping penghidupan kita.
Ibadat puasa mempunyai hikmah dan rahsia-rahsia sama ada dari segi rohaniah, jasmaniah dan kemasyarakatan. Dari segi kerohanian ia boleh menundukkan nafsu jahat yakni naluri atau perasaan yang mendorongkan kepada kejahatan. Ibadat ini bukan sahaja terdapat di dalam syariat Islamiah, malahan di dalam syariat-syariat lain juga ada memfardukan ibadat puasa miskipun keyakinan jiwanya berlainan.
Hikmah puasa dari sudut rohani juga boleh menguatkan keperibadian, meluhurkan kesusilaan dan membersihkan jiwa insan. Puasa juga sebagai latihan rohaniah yang mana setiap yang berpuasa wajib menahan diri daripada nafsu makan minum, nafsu kejantinaan dan mengawal moral yang rendah dan menyakitkan orang lain seperti mencela, caci maki, mengumpat, bercakap kotor dan mengikut keinginan nafsu. Untuk membentuk keperibadian yang mulia seorang pengarang Jerman, James Brooke menulis sebuah buku yang mana di dalam tulisannya beliau memuji hikmah berpuasa, katanya, “Untuk menguatkan perasaan dan jiwa hendaklah jadikan puasa ini sebagai pokok atau dasar hidup, kerana ia paling berkesan untuk mengawal pengaruh rohaniah keinginan jasmaniah. Jesteru itu manusia boleh menguasai dirinya sendiri agar tidak menjadi hamba kepada naluri kebendaan.” Puasa dari sudut kesihatan dan rawatan penyakit. Ibadat puasa merupakan sebahagian daripada cara-cara yang paling berkesan menjaga kesihatan bertepatan dengan kata-kata seorang ilmuan yang bermaksud: “Maidah” atau perut besar merupakan sarang penyakit dan berpantang itu pokok kepada segala ubat.
Imam al-Ghazali juga memberi penjelasan iaitu: “Perut besar seseorang yang kenyang, maka tidur nyenyaklah akal fikiran dan kaku bekulah kecerdasan dan kebijaksanaan. Akhirnya malas dan lesu seluruh anggota badan daripada menunaikan ibadat. Penjelasan dari Imam al-Ghazali itu dapat kita fahami bahawa kekosongan perut orang yang berpuasa bukanlah merupakan satu azab atau penderitaan kepada mereka sebaliknya ia merupakan satu langkah untuk memperolehi kecergasan rohani dan kesegaran jasmani kerana akal fikiran ketika berpuasa sedang membangun.
Ada orang beranggapan puasa boleh menjejaskan kesihatan. Dalam konteks ini memang kumpulan kecil yang perlu dikenal pasti supaya dapat nasihat daripada doktor berhubung dengan berpuasa. Ada penyakit seandainya seseorang itu berpuasa boleh menjanjikan kesihatan dan Allah SWT telah memberi rukhsah atau kelonggaran kepada mereka yang uzur supaya tidak berpuasa. Kalau dilihat Allah SWT pencipta manusia dan alam lebih mengetahui akan perkara yang paling baik untuk kejadiannya dan sudah termaktub di dalam Al-Quran akan kelonggaran tersebut.
Kumpulan yang anda catatkan adalah kumpulan Usenet. Mesej yang dicatat ke kumpulan ini akan membuatkan e-mel anda dapat dilihat oleh sesiapa sahaja di Internet.
Mesej balasan anda tidak dihantar.
Catatan anda berjaya
.*$)/g, ""))
});
G2_cardManager._setDoneUrl("/group/malaydaily/topics");
_MR_Message._COMPOSING_TITLE_COLOR = "#c3d9ff";
var MSG_USENET_POSTING_WARNING = document.getElementById("upw").innerHTML;
var MSG_ACTIVE_REPLY_WARNING = document.getElementById("arw").innerHTML;
var MSG_POST_SUCCESSFUL = document.getElementById("psw").innerHTML;
window.onbeforeunload = G2_cardManager._anyCardsComposing.bind(G2_cardManager);
}
//-->
">
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala dengan penuh keyakinan dan keikhlasan dengan melakukan segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mudah-mudahan kita menjadi insan yang bertakwa dan beriman serta selamat di dunia dan di akhirat.Tidak lama lagi kita akan menyambut kedatangan bulan Ramadan yang mulia. Sebagai umat Islam, kita wajib bersyukur kepada Allah Subhanahu Wataala kerana masih memberi kita peluang untuk menemui bulan yang mubarak yang penuh keberkatan ini untuk melakukan ibadat puasa dan seterusnya melakukan ibadat-ibadat lain yang ganjaran pahalanya berlipat ganda di sisi Allah Subhanahu Wataala.Sesungguhnya Ramadan itu adalah bulan yang tinggi darjatnya dan besar martabatnya di sisi Allah Subhanahu Wataala, dan ia juga merupakan penghulu segala bulan. Allah Subhanahu Wataala telah memuliakan bulan Ramadan di mana pada bulan tersebut Allah Subhanahu Wataala telah menurunkan Kitab Suci Al-Quran pada malam 17 Ramadan dan mengurniakan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan iaitu malam Lailatulqadar. Terdapat banyak hadis yang menceritakan tentang kelebihan bulan Ramadan, antaranya sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Dari Abi Hurairah Radiallahuanhu ia berkata: Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: Apabila masuk bulan Ramadan, akan dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu Neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan." (Riwayat Al-Imam Al-Bukhari).Sesungguhnya dalam mengerjakan ibadat puasa itu, terdapat tatatertib yang sepatutnya kita jaga, agar puasa yang dilakukan akan menjadi lebih sempurna dan mendapat berkat serta mencapai maksud puasa yang sebenar.Di antara tatatertib itu ialah memelihara lidah daripada bercakap perkara yang sia-sia, tidak berdusta, tidak mencaci orang, tidak mengadu domba, tidak memfitnah dan sebagainya, begitu juga kita hendaklah menjaga mata dan telinga daripada melihat atau mendengar sesuatu yang boleh mendatangkan dosa. Sebaliknya anggota dan pancaindera itu digunakan untuk perkara-perkara yang berfaedah dengan melakukan amal ibadat bagi meninggikan lagi ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala lebih-lebih lagi ketika berada dalam bulan Ramadan seperti membaca Al-Quran, membanyakkan zikir dan doa, membaca kitab-kitab agama, mendengar ceramah dan sebagainya.Setiap orang yang berpuasa itu hendaklah memelihara diri dari berbuat dosa dan maksiat serta menjauhkan segala urusan yang sia-sia dan tidak berfaedah jika mahu puasanya sempurna dan tidak sia-sia, kerana betapa banyak orang yang berpuasa, berpenat lelah disebabkan lapar dan dahaga, dalam masa yang sama membiarkan anggotanya melakukan perbuatan dosa dan maksiat, semuanya ini boleh menyebabkan puasa seseorang itu menjadi rosak. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Betapa ramai orang yang berpuasa, tiada mendapat dari puasanya selain berlapar sahaja." (Riwayat Al-Imam Ahmad).Dalam ibadat puasa, kita juga hendaklah menjaga perut dari memakan benda-benda yang haram dan syubhah seperti memakan makanan yang diperolehi dari sumber pendapatan yang haram, kerana sesungguhnya ibadat puasa yang kita lakukan itu adalah semata-mata kerana Allah Subhanahu Wataala dan untuk mendapat taufik dan hidayah-Nya, maka adalah tidak wajar kita mencemarinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang berdosa.Manakala dalam penyediaan makanannya pula, kita digalakkan untuk bersikap sederhana, tidak membazir sehingga tidak habis dimakan ataupun makan terlalu banyak sehingga terlalu kenyang.Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:"Dari Meqdam bin Ma'dikarib berkata: Aku mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Tiada seorang anak Adam yang memenuhi sesuatu bekas yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam itu makan beberapa suap makanan untuk menguatkan tubuhnya. Kalau mesti juga tidak dapat dielakkan, maka isilah perut sekadar satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman dan satu pertiga untuk bernafas."Sesungguhnya sikap sederhana itulah sebaik-baik cara bagi kita dapat merasakan kesan dan rahsia serta tujuan mengerjakan ibadat puasa itu iaitu untuk mendidik jiwa dan mengurangkan nafsu dan syahwat. Ini kerana berlapar dan mengosongkan perut itu dapat meninggalkan kesan yang baik untuk menerangi hati rohani serta menimbulkan semangat pada anggota badan untuk beribadat. Manakala kekenyangan itu berpunca segala kekerasan dan kelalaian hati dan boleh menimbulkan perasaan malas untuk beribadat.Dengan kedatangan bulan Ramadan ini, kita rebutlah peluang yangada dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, kita hendaklah menumpukan dan mempertingkatkan diri untuk beribadat kepada Allah Subhanahu Wataala sebanyak-banyaknya dengan berzikir, membaca Al-Quran, mengerjakan sembahyang-sembahyang sunat dan sebagainya, terutamanya Sembahyang Sunat Tarawih dan Sunat Witir yang amat dituntut dan afdal dilakukan secara berjemaah. Dalam mengerjakannya secaraberjemaah, para imam hendaklah mengerjakannya secara sederhana iaitu tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat, yang penting sembahyang itu dikerjakan dengan sempurna mengikut rukun-rukun dan sunat-sunatnya dan sah mengikut hukum syarak. Untuk pengetahuan kita bersama bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, apabila berada di bulan Ramadan, Baginda memperbanyakkan sedekah, menyediakan makanan bagi saudara mara, jiran tetangga dan sahabat handai untuk berbuka puasa, contoh itulah yang patut diikuti dan diamalkan. Mudah-mudahan latihan-latihan dan amalan-amalan yang kita lakukan di bulan Ramadan itu akan diteruskan juga di bulan-bulan lain.Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang tafsirnya:"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, moga-moga kamu bertakwa."
Kelebihan Malam Lailatul Qadar
LAILATULQADAR MALAM YANG DINANTI OLEH MUKMIN
10 akhir Ramadhan adalah merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Malam-malam ini adalah merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh orang mukmin. Bulan Ramadhan, Al Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan yang rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan hadis Rasulullah s.a.w. di antaranya firman Allah s.w.t.
Maksudnya: "Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar".
Sebab turun surah al-Qadr
Lailatulqadar mempunyai kelebihan yang begitu besar. Ianya lebih baik dari 1000 bulan yang lain. Sebab diturunkan ayat tersebut diriwayatkan daripada Mujahid dikatakan sebab turun ayat tersebut ialah Nabi s.a.w. telah menyebut tentang seorang lelaki daripada Bani Israel yang telah menggunakan alat senjatanya untuk berperang pada jalan Allah maka orang Islam pun kagum di atas perbuatan itu lalu Allah menurunkan ayat di atas.
Riwayat yang lain pula dari Ali bin Aurah pada satu hari Rasulullah telah menyebut 4 orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Jibril datang memberitahu kepada Rasulullah bahawa Allah w.s.t. menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca surah Al Qadar dan Jibril berkata kepada Rasulullah ayat ini lebih baik daripada apa yang engkau kagumkan ini menjadikan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat amat gembira.
Daripada ayat di atas dapatlah kita ketahui bagaimana besar kelebihan orang yang beribadah pada malam lailatulqadar. Ianya satu malam menyamai beramal 1000 bulan.
Dalam hadis Rasulullah s.a.w. menyebut
Maksudnya: "Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya"
Rasulullah s.a.w. melakukan ibadah pada malam itu bukan hanya setakat baginda sahaja tetapi baginda menyuruh ahli keluarga bangun bersama beribadah. Kata Aisyah r.a.
Maksudnya: "Nabi s.a.w. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah."
Kelebihan Menghayati Malam Lailatulqadar
Kerana mulianya Lailatulqadar, Rasulullah s.a.w. menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat itu dengan pelbagai jenis amalan dan ibadah yang diterangkan di antaranya hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.
Maksudnya: "Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadat yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah taala nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.
Rasulullah s.a.w. sendiri menjadi contoh yang baik yang menghayati malam lailatulqadar terutama 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan dengan beriktikaf di Masjid mengerjakan pelbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia.
Ini diterangkan di dalam satu hadis diriwayatkan daripada Aishah r.a. Katanya:
Maksudnya: "Biasanya Rasulullah s.a.w. berusaha dengan bersungguh-sungguh memperbanyakan amal ibadah pada 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan berbanding dengan masa yang lain."
Dalam hadis yang lain Aishah juga meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda bersedialah dengan bersungguh-sungguh untuk menemui malam Lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil dalam 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan.
Malam-malam yang ganjil yang tersebut ialah malam 21, 23, 25, 27 & 29 dari bulan Ramadhan. Dalam pada itu terdapat juga beberapa hadis yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar itu pernah ditemui dalam zaman Rasulullah s.a.w. pada malam 21 Ramadhan. Pernah juga ditemui pada malam 23 Ramadhan. Terdapat juga hadis yang mengatakan bahawa baginda Rasulullah s.a.w. menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya mengenai masa Lailatulqadar supaya ianya bersedia dan menghayatinya. Baginda menjelaskan malam Lailatulqadar itu adalah malam 27 Ramadhan. Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa malam Lailatulqadar itu berpindah dari satu tahun ke satu tahun yang lain di dalam lingkungan 10 malam yang akhir dari bulan Ramadhan. Yang pastinya bahawa masa berlakunya malam Lailatulqadar itu tetap dirahsiakan oleh Allah s.w.t. supaya setiap umat Islam menghayati 10 malam yang akhir daripada Ramadhan dengan amal ibadat. Kerana dengan cara itulah sahaja mudah-mudahan akan dapat menemuinya dan dapat pula rahmat yang diharapkan yang akan menjadikan seseorang itu hidup bahagia di dunia mahupun di akhirat.
Doa khusus di Malam Lailatulqadar
Doa tersebut diterangkan di dalam hadis berikut
1. Hadis yang diriwayatkan daripada Aishah r.a.
Maksudnya: "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. bagimana kiranya saya mengetahui malam Lailatulqadar dengan tepat. Apa yang saya akan doakan pada saat itu. Baginda menjawab berdoalah dengan doa yang berikut"
Maksudnya: "Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya engkau sentiasa memaafkan salah silaf hamba lagi suka memaafkan oleh itu maafkanlah salah silafku. Terdapat juga beberapa doa yang disar ankan oleh para alim ulamak kita melakukannya seperti membaca doa
Orang yang beribadah pada 10 malam yang tersebut akan mendapat rahmat yang dijanjikan dan telah sabit di dalam hadis-hadis yang sahih bahawa malam Lailatulqadar ujud pada salah satu malam yang 10 itu terutama pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Orang-orang yang tekun beribadah di dalam masa tersebut untuk menemui malam Lailatulqadar akan mendapat rahmat yang dijanjikan itu samada ia dapat menemui atau tidak dan tidak melihat apa-apa kerana yang penting yang tersebut di dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ialah:
1. Menghayati malam tersebut dengan beribadah. 2. Beriman dengan yakin bahawa malam Lailatulqadar itu adalah benar dan dituntut menghayatinya dengan amal ibadah.3. Amal ibadah itu dikerjakan kerana Allah semata-mata dengan mengharapkan rahmatnya dan keredaannya.
Adalah diharapkan sebelum daripada kita beramal ibadat di malam Lailatulqadar hendaklah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya iaitu taubat nasuha dan terus beristiqamah tetap teguh mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya.
Tanda Malam Lailatulqadar
Para alim ulamak r.h. menyebutkan beberapa tanda atau alamat berhubung dengan malam Lailatulqadar:
- Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatulqadar ia melihat nur yang terang benderang di segenap tempat hingga di segala cerok yang gelap gelita.- Ada pula yang berkata ia mendengar ucapan salam dan kata-kata yang lain dari Malaikat. - Ada juga yang berkata ia melihat segala benda termasuk pohon-pohon kayu rebah sujud.- Ada pula yang berkata doa permohonannya makbul.
Imam Tabari r.h. memilih kaul yang menegaskan bahawa semuanya itu tidak lazim dan tidak semestinya ia dapat melihatnya kerana tidak disyaratkan melihat sesuatu atau mendengarnya untuk menemui malam Lailatulqadar.
10 akhir Ramadhan adalah merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Malam-malam ini adalah merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh orang mukmin. Bulan Ramadhan, Al Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan yang rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan hadis Rasulullah s.a.w. di antaranya firman Allah s.w.t.
Maksudnya: "Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar".
Sebab turun surah al-Qadr
Lailatulqadar mempunyai kelebihan yang begitu besar. Ianya lebih baik dari 1000 bulan yang lain. Sebab diturunkan ayat tersebut diriwayatkan daripada Mujahid dikatakan sebab turun ayat tersebut ialah Nabi s.a.w. telah menyebut tentang seorang lelaki daripada Bani Israel yang telah menggunakan alat senjatanya untuk berperang pada jalan Allah maka orang Islam pun kagum di atas perbuatan itu lalu Allah menurunkan ayat di atas.
Riwayat yang lain pula dari Ali bin Aurah pada satu hari Rasulullah telah menyebut 4 orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Jibril datang memberitahu kepada Rasulullah bahawa Allah w.s.t. menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca surah Al Qadar dan Jibril berkata kepada Rasulullah ayat ini lebih baik daripada apa yang engkau kagumkan ini menjadikan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat amat gembira.
Daripada ayat di atas dapatlah kita ketahui bagaimana besar kelebihan orang yang beribadah pada malam lailatulqadar. Ianya satu malam menyamai beramal 1000 bulan.
Dalam hadis Rasulullah s.a.w. menyebut
Maksudnya: "Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya"
Rasulullah s.a.w. melakukan ibadah pada malam itu bukan hanya setakat baginda sahaja tetapi baginda menyuruh ahli keluarga bangun bersama beribadah. Kata Aisyah r.a.
Maksudnya: "Nabi s.a.w. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah."
Kelebihan Menghayati Malam Lailatulqadar
Kerana mulianya Lailatulqadar, Rasulullah s.a.w. menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat itu dengan pelbagai jenis amalan dan ibadah yang diterangkan di antaranya hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.
Maksudnya: "Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadat yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah taala nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.
Rasulullah s.a.w. sendiri menjadi contoh yang baik yang menghayati malam lailatulqadar terutama 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan dengan beriktikaf di Masjid mengerjakan pelbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia.
Ini diterangkan di dalam satu hadis diriwayatkan daripada Aishah r.a. Katanya:
Maksudnya: "Biasanya Rasulullah s.a.w. berusaha dengan bersungguh-sungguh memperbanyakan amal ibadah pada 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan berbanding dengan masa yang lain."
Dalam hadis yang lain Aishah juga meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda bersedialah dengan bersungguh-sungguh untuk menemui malam Lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil dalam 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan.
Malam-malam yang ganjil yang tersebut ialah malam 21, 23, 25, 27 & 29 dari bulan Ramadhan. Dalam pada itu terdapat juga beberapa hadis yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar itu pernah ditemui dalam zaman Rasulullah s.a.w. pada malam 21 Ramadhan. Pernah juga ditemui pada malam 23 Ramadhan. Terdapat juga hadis yang mengatakan bahawa baginda Rasulullah s.a.w. menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya mengenai masa Lailatulqadar supaya ianya bersedia dan menghayatinya. Baginda menjelaskan malam Lailatulqadar itu adalah malam 27 Ramadhan. Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa malam Lailatulqadar itu berpindah dari satu tahun ke satu tahun yang lain di dalam lingkungan 10 malam yang akhir dari bulan Ramadhan. Yang pastinya bahawa masa berlakunya malam Lailatulqadar itu tetap dirahsiakan oleh Allah s.w.t. supaya setiap umat Islam menghayati 10 malam yang akhir daripada Ramadhan dengan amal ibadat. Kerana dengan cara itulah sahaja mudah-mudahan akan dapat menemuinya dan dapat pula rahmat yang diharapkan yang akan menjadikan seseorang itu hidup bahagia di dunia mahupun di akhirat.
Doa khusus di Malam Lailatulqadar
Doa tersebut diterangkan di dalam hadis berikut
1. Hadis yang diriwayatkan daripada Aishah r.a.
Maksudnya: "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. bagimana kiranya saya mengetahui malam Lailatulqadar dengan tepat. Apa yang saya akan doakan pada saat itu. Baginda menjawab berdoalah dengan doa yang berikut"
Maksudnya: "Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya engkau sentiasa memaafkan salah silaf hamba lagi suka memaafkan oleh itu maafkanlah salah silafku. Terdapat juga beberapa doa yang disar ankan oleh para alim ulamak kita melakukannya seperti membaca doa
Orang yang beribadah pada 10 malam yang tersebut akan mendapat rahmat yang dijanjikan dan telah sabit di dalam hadis-hadis yang sahih bahawa malam Lailatulqadar ujud pada salah satu malam yang 10 itu terutama pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Orang-orang yang tekun beribadah di dalam masa tersebut untuk menemui malam Lailatulqadar akan mendapat rahmat yang dijanjikan itu samada ia dapat menemui atau tidak dan tidak melihat apa-apa kerana yang penting yang tersebut di dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ialah:
1. Menghayati malam tersebut dengan beribadah. 2. Beriman dengan yakin bahawa malam Lailatulqadar itu adalah benar dan dituntut menghayatinya dengan amal ibadah.3. Amal ibadah itu dikerjakan kerana Allah semata-mata dengan mengharapkan rahmatnya dan keredaannya.
Adalah diharapkan sebelum daripada kita beramal ibadat di malam Lailatulqadar hendaklah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya iaitu taubat nasuha dan terus beristiqamah tetap teguh mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya.
Tanda Malam Lailatulqadar
Para alim ulamak r.h. menyebutkan beberapa tanda atau alamat berhubung dengan malam Lailatulqadar:
- Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatulqadar ia melihat nur yang terang benderang di segenap tempat hingga di segala cerok yang gelap gelita.- Ada pula yang berkata ia mendengar ucapan salam dan kata-kata yang lain dari Malaikat. - Ada juga yang berkata ia melihat segala benda termasuk pohon-pohon kayu rebah sujud.- Ada pula yang berkata doa permohonannya makbul.
Imam Tabari r.h. memilih kaul yang menegaskan bahawa semuanya itu tidak lazim dan tidak semestinya ia dapat melihatnya kerana tidak disyaratkan melihat sesuatu atau mendengarnya untuk menemui malam Lailatulqadar.
Jumaat, 29 Ogos 2008
Kelebihan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak kelebihan. Kedatangannya selepas dua bulan yang juga tidak kurang keistimewaannya iaitu Rejab dan Sya'ban. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadat kepada Allah sepanjang Ramadhan ini, di sini dibawa beberapa hadis yang menceritakan mengenai kelebihannya.
1. Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang artinya : Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. -Hadis dikeluarkan oleh imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad dan Baihaqi-
2. Daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya :siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu. - Diriwayat oleh imam Nasai'e, Ibn majah, Ibn Habban dan Baihaqi-
3. Abu Hurairah telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda tentang Ramadhan yang artinya : Siapa yang mendirikannya(Ramadhan) penuh keimanan dan keikhlasan diampunkan baginya dosanya yang telah lalu. - Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Nasai'e,Malik,Ahmad dan Baihaqi-
4. Daripada Abu Hurairah telah berkata: Rasullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Sembahyang yang difardhukan kepada sembahyang yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan Jumaat kepada Jumaat yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan bulan kepada bulan(iaitu Ramadhan) merupakan kaffarah apa antara keduanya melainkan tiga golongan : Syirik kepada Allah, meninggalkan sunnah dan perjanjian (dilanggar). Telah berkata Abu Hurairah : Maka aku tahu perkara itu akan berlaku, maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! adapun syirik dengan Allah telah kami tahu, maka apakah perjanjian dan meninggalkan sunnah? Baginda S.A.W bersabda : Adapun perjanjian maka engkau membuat perjanjian dengan seorang lain dengan sumpah kemudian engkau melanggarinya maka engkau membunuhnya dengan pedang engkau, manakala meninggalkan sunnah maka keluar daripada jamaah(Islam).-Hadis riwayat Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi-
5. Daripada Abi Soleh Az-zayyat bahawa dia telah mendengar Abu Hurairah berkata: Rassullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Setiap amalan anak Adam baginya melainklan puasa maka ia untukKu dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara.Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditanganNya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. -Hadis riwayat imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Habban dan Baihaqi-
PENERANGAN HADIS
1. Semua hadis menceritakan betapa besarnya kelebihan bulan Ramadhan untuk kita sama-sama menghidupkannya dengan segala amalan sunnah.
2. Pintu syurga dibuka sepanjang Ramadhan, manakala pintu neraka pula ditutup. Ini menggambarkan bagaimana Allah begitu mengasihani hambaNya yang taat beribadat dan menurut segala perintahNya.
3. Syaitan diikat sepanjang bulan Ramadhan agar kita dapat menunaikan segala ibadat dengan penuh keikhlasan. Tetapi kita perlu ingat bahawa kawan syaitan yang berada pada diri kita iaitu nafsu akan menggantikan tugas syaitan jika kita lalai.
4. Pentingnya keikhlasan dan keimanan kita dalam menunaikan ibadat.
5. Puasa mampu menjadi perisai diri daripada terjebak ke lembah maksiat, begitu juga ia mampu menghapuskan segala dosa-dosa yang lepas jika kita benar-benar bertaubat.
6. Kita mesti menghidupkan sunnah yang mana yang paling besar ialah berada dalam jemaah Islam terutama di dalam mengembalikan semula khilafah Islamiah yang telah lama dihancurkan iaitu pada 1924.
7. Jauhkan daripada syirik pada Allah sama ada berbentuk perbuatan, niat ataupun percakapan. Kita mesti mematuhi segala perjanjian yang dibuat selagi tidak melanggar hukum syarak.
8. Kita mesti berpuasa pada semua anggota bukannya pada makan dan minum sahaja.
9. Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada bauan kasturi.
10. Orang berpuasa akan mengecapi dua kegembiraan iaitu ketika berbuka dan apabila bertemu Allah kelak.
11. Di dalam menunaikan ibadat puasa kita mesti banyak bersabar dan jangan suka berbual kosong apatah meninggikan suara apabila bercakap.
maraji
1. Kitab Fadhailul Awqat oleh imam Al-Baihaqi,ditahqiq oleh Adnan Abdul Rahman MajidAl-Qaisi,Maktabah Al-Mnarah,Makkah.
2. Fathul Bari syarah sohih Bukhari oleh Ibn Hajar Al-'Asqalani
3. Syarah sohih Muslim oleh imam An-Nawawi
1. Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang artinya : Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. -Hadis dikeluarkan oleh imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad dan Baihaqi-
2. Daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya :siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu. - Diriwayat oleh imam Nasai'e, Ibn majah, Ibn Habban dan Baihaqi-
3. Abu Hurairah telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda tentang Ramadhan yang artinya : Siapa yang mendirikannya(Ramadhan) penuh keimanan dan keikhlasan diampunkan baginya dosanya yang telah lalu. - Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Nasai'e,Malik,Ahmad dan Baihaqi-
4. Daripada Abu Hurairah telah berkata: Rasullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Sembahyang yang difardhukan kepada sembahyang yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan Jumaat kepada Jumaat yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan bulan kepada bulan(iaitu Ramadhan) merupakan kaffarah apa antara keduanya melainkan tiga golongan : Syirik kepada Allah, meninggalkan sunnah dan perjanjian (dilanggar). Telah berkata Abu Hurairah : Maka aku tahu perkara itu akan berlaku, maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! adapun syirik dengan Allah telah kami tahu, maka apakah perjanjian dan meninggalkan sunnah? Baginda S.A.W bersabda : Adapun perjanjian maka engkau membuat perjanjian dengan seorang lain dengan sumpah kemudian engkau melanggarinya maka engkau membunuhnya dengan pedang engkau, manakala meninggalkan sunnah maka keluar daripada jamaah(Islam).-Hadis riwayat Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi-
5. Daripada Abi Soleh Az-zayyat bahawa dia telah mendengar Abu Hurairah berkata: Rassullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Setiap amalan anak Adam baginya melainklan puasa maka ia untukKu dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara.Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditanganNya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. -Hadis riwayat imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Habban dan Baihaqi-
PENERANGAN HADIS
1. Semua hadis menceritakan betapa besarnya kelebihan bulan Ramadhan untuk kita sama-sama menghidupkannya dengan segala amalan sunnah.
2. Pintu syurga dibuka sepanjang Ramadhan, manakala pintu neraka pula ditutup. Ini menggambarkan bagaimana Allah begitu mengasihani hambaNya yang taat beribadat dan menurut segala perintahNya.
3. Syaitan diikat sepanjang bulan Ramadhan agar kita dapat menunaikan segala ibadat dengan penuh keikhlasan. Tetapi kita perlu ingat bahawa kawan syaitan yang berada pada diri kita iaitu nafsu akan menggantikan tugas syaitan jika kita lalai.
4. Pentingnya keikhlasan dan keimanan kita dalam menunaikan ibadat.
5. Puasa mampu menjadi perisai diri daripada terjebak ke lembah maksiat, begitu juga ia mampu menghapuskan segala dosa-dosa yang lepas jika kita benar-benar bertaubat.
6. Kita mesti menghidupkan sunnah yang mana yang paling besar ialah berada dalam jemaah Islam terutama di dalam mengembalikan semula khilafah Islamiah yang telah lama dihancurkan iaitu pada 1924.
7. Jauhkan daripada syirik pada Allah sama ada berbentuk perbuatan, niat ataupun percakapan. Kita mesti mematuhi segala perjanjian yang dibuat selagi tidak melanggar hukum syarak.
8. Kita mesti berpuasa pada semua anggota bukannya pada makan dan minum sahaja.
9. Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada bauan kasturi.
10. Orang berpuasa akan mengecapi dua kegembiraan iaitu ketika berbuka dan apabila bertemu Allah kelak.
11. Di dalam menunaikan ibadat puasa kita mesti banyak bersabar dan jangan suka berbual kosong apatah meninggikan suara apabila bercakap.
maraji
1. Kitab Fadhailul Awqat oleh imam Al-Baihaqi,ditahqiq oleh Adnan Abdul Rahman MajidAl-Qaisi,Maktabah Al-Mnarah,Makkah.
2. Fathul Bari syarah sohih Bukhari oleh Ibn Hajar Al-'Asqalani
3. Syarah sohih Muslim oleh imam An-Nawawi
Langgan:
Catatan (Atom)
